Prokloraz adalah bahan aktif fungisida golongan imidazoles (FRAC Code 3) yang bekerja secara sistemik, protektif, dan kuratif untuk mengendalikan berbagai penyakit akibat infeksi jamur/fungi pada tanaman.
Konsentrasi & Dosis Semprot
- Dosis Konsentrasi: 0,5 – 1 ml per liter air (atau sekitar 8 – 16 ml per tangki semprot 16 liter).
- Dosis Maksimal: Pada tingkat serangan berat, dosis dapat ditingkatkan hingga 1,5 ml per liter air, tetapi tidak disarankan melebihi batas ini untuk mencegah risiko fitotoksisitas (daun terbakar/stres).
Golongan Fungi yang Dikendalikan
Prokloraz sangat efektif menekan infeksi dari kelompok fungi berikut:
Ascomycetes: Penyebab penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.), bercak daun (Cercospora spp.), dan embun tepung (Erysiphe spp.).
Deuteromycetes (Fungi Imperfecti): Penyebab penyakit layu fusarium (Fusarium spp.), busuk buah, dan penyakit bercak cokelat.
Basidiomycetes: Beberapa jenis jamur karat dan bercak daun tertentu.
Catatan: Prokloraz tidak efektif terhadap kelompok Oomycetes (seperti Phytophthora atau Pythium yang menyebabkan busuk daun/batang late blight).
Cara Kerja (Mode of Action)
Prokloraz bekerja sebagai Demethylation Inhibitor (DMI):
Penghambatan Biosintesis Ergosterol: Prokloraz menghambat kerja enzim lanosterol 14α-demethylase pada sel jamur. Enzim ini diperlukan untuk mengubah lanosterol menjadi ergosterol.
Kerusakan Membran Sel: Ergosterol adalah komponen utama yang menyusun dinding/membran sel fungi. Ketika pembentukan ergosterol terganggu, membran sel jamur menjadi tidak stabil, bocor, dan kehilangan fungsinya.
Pemberhentian Pertumbuhan: Tanpa membran sel yang utuh, spora jamur tidak dapat berkecambah dan miselium jamur yang sudah menginfeksi jaringan tanaman akan berhenti berkembang lalu mati.
Sifat dan Karakteristik Aplikasi
Sistemik Lokal & Translaminar: Prokloraz diserap oleh jaringan hijau tanaman dan bergerak secara translaminar (menembus dari permukaan atas ke bawah daun), sehingga melindungi kedua sisi daun.
Protektif dan Kuratif: Dapat disemprotkan sebelum gejala muncul (pencegahan) maupun setelah gejala awal infeksi terlihat (pengobatan).
Manajemen Resistensi: Karena tergolong DMI (FRAC Code 3), disarankan untuk menyelingi (rotasi) penggunaan prokloraz dengan fungisida kontak atau bahan aktif dari kelompok cara kerja yang berbeda (seperti mankozeb, klorotalonil, atau strobilurin) untuk mencegah resistensi jamur.