Fungsi & Cara Kerja Klorantraniliprol (Chlorantraniliprole)
1. Fungsi Utama
Fungsi: Merupakan bahan aktif insektisida sistemik lokal dari kelompok diamida (Grup 28) yang khusus digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama ulat dan serangga pengunyah.
Sasaran Hama: Sangat efektif mengatasi ulat grayak (Spodoptera frugiperda / Spodoptera litura), ulat penggerek batang (stem borer), ulat buah, penggulung daun, hingga ulat plutella (Plutella xylostella) pada tanaman padi, jagung, cabai, tomat, dan bawang merah.
2. Cara Kerja
Kontak, Lambung, & Aksilasi Sistemik: Bekerja terutama secara racun lambung (saat ulat memakan bagian tanaman) serta kontak langsung. Bahan aktif ini juga memiliki sifat translaminar dan sistemik lokal sehingga cepat meresap ke dalam jaringan daun.
Aktivator Reseptor Rianodin (RyR): Klorantraniliprol bekerja secara spesifik dengan mengikat dan membuka reseptor rianodin pada otot serangga. Hal ini menyebabkan pelepasan kalsium secara terus-menerus dari cadangan internal sel otot.
Kelumpuhan Instan: Akibat kehilangan kalsium, ulat akan segera mengalami kelumpuhan otot, berhenti makan dalam hitungan menit hingga jam, dan akhirnya mati.
3. Keunggulan Utama
Selektif & Aman untuk Musuh Alami: Sangat ramah terhadap serangga berguna seperti lebah dan predator alami jika digunakan sesuai dosis.
Dosis Rendah: Formulasi 50 SC umumnya membutuhkan dosis kecil namun memberikan perlindungan jangka panjang (residual control) yang baik pada tanaman.